Astagfirullah ... Astagfirullahal adziim ..
12.02.2012
hari ini adalah hari Minggu, aku bangun pagi sekitar pukul 6 dan langsung menunaikan kewajibanku, walaupun telat, shalat subuh. seusai shalat subuh aku berniat untuk langsung mandi namun aku terhenti di kamar karena kak Rio yang sedang menonton video Conan tidur sambil membiarkan laptop masih menyala. Niat mau matikan laptop, eh jadinya malah lanjutin tontonan kak rio. -_- hadeeeh, soalnya ga tahan godaan Conan. aku mengoleksi lumayan banyak video nya yang kebetulan dapat aku copy dari kak Ari sewaktu liburan di mataram, kak Ary pacarnya kak Lia. sebenanrnya, ada janji sekitar pukul 7 berangkat jalan kaki menuju danau dekat balairung UI untuk makan pelecingan bersama teman2 SASAMBO namunn jam karetnya masih saja terpakai. waktu menunjukkan pukul 6.30 waktu itu. beberapa menit menonton, kak rio dengan suara lemah memanggilku dan menanyakan apakah ada obat paracetamol atau apa buat menrunkan panas badan. Ia juga menyuruhku untuk mengecek apakah suhu badannya tinggi atau tidak, karena dia merasa kurang sehat. Ah ga terlalu panas sih kak, cuman awjah kakak agak sediikit pucat begitu, jawabku setelah mengecek dahinya menggunakan punggung tangan. Kenapa kamu ga selimuti aku tadi malam guh? (kak Rio tidur di dekat jendela dan tadi malam hujan, kemungkinan dia masuk angin), ga ada romantis romantis mu ,, hah???!!! mulai dah ngaco ni orang. Aku pun menelpon Anis sekitar pukul 7.15 menanyakan apa ada obat dan apakah dia sudah jalan ke balairung. Eh ternyata dia baru selesai mandi dan masih siap2.. hehe, jam karet kann. bagian cerita ini kita potong saja, kita langsung menuju inti. lama menunggu teman2 yang datang, akhirnya lokasi pelecingan di pindah di asrama dan usulnya adalah di danau dekat mang engking, dengan menggunakan baliho milik Rosiawan sebagai alas duduk, dapat menampung kami semua, Syukur deh. anggota nya itu lumayan banyak : ada Aniz dan rosiawan, pendi tapi dia pergi ke FIK buat bersih2, Juliadi,, jendral, Zulhajji, kak Eri, kak Anin dan kak Ani yang membawa makanan utama = pelecing nya, kak Dian,terus neni dan arini yang ikut memeriahkan, hehe. kami makan lahap dan aku seperti biasa bertindak sebagai reporter alias tukang potret mengabadikan setipa moment agar ada yang dikenang alias diingat pada waktu mendatang. ah iya karena kak rio sakit, jadi dia tidak bisa ikut bersama kita makan pelecingan. sehabis makan pelecing, kak Ani nyeletuk ingin makan duren, pergi ke pasar minggu sebentar. Juliadi yang memang sejak kemarin sewaktu ke Taman Buah Mekar Sari, mengangguk tanda setuju dan aku juga memanas manasi agar yang lain ikut setuju. Setelah beberapa saat lamanya, masih tidak ada yang ingin bangun dari tempat duduk, tapi segera berubah ketika sebuah angkot bernomor 04 menuju asrama dan spontan segera aku mengajak yang lainnya segera menuju pasar minggu untuk beli duren. Ayo ayo kita berangkat, jey stop angkotnya, kita naik ke pasar minggu, ayo sana! aku segera berdiri disusul oleh teman2 yang lain menuju pinggir jalan tempat angkot dan jey sudah menunggu. beberapa meter dari angkot, aku berhenti dan berpesan kepada mereka agar hati - hati di jalan ,, alias, aku enggak ikuut. hehe,, biar mereka pada mau gerak, aku mencing mereka dh, gitu niat ku dan cukup sukses. lalu, apa maksud dari galau stadium 3.5 ini? ohhh,, ternyata itu terjadi sejak pukul 04.12 sampai dengan pukul 09.00 sampai aku terlelap tidur dalam kegalauan yang tak tertahan dan pada pagi hari ini ketika aku menuliskan cerita ini, hatiku masih dirundung mendung yang entah darimana asalnya aku pun tak tahu. pengen cerita lengkapnya? Tunggu, karena aku harus pergi shalat Zuhur, waktu sudah menunjukka pukul 12.30 ..
Tampilkan postingan dengan label curhat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label curhat. Tampilkan semua postingan
Alternatif Ke Jakarta
Teguh, Sasambo Members menuju UI
Ada banyak sekali kejadian saat anak anak SASAMBO , yang masih udik dan bertampang polos polos ini menuju ibukota negara Indonesia. Dimana lagi selain Jakarta Raya. “Cieeslah.” . sebut saja de goeh, (nama samaran) , mana pernah ia menyangka memang akan betul betul ke Jakarta secepat ini. Mungkin memang ia selalu berkata bahwa ia akan sekolah di Jakarta, tapi teguh tidak pernah tahu gimana caranya kesana. Memang sih ada beberapa cara alternative yang sudah didaftar oleh teguh. Namun rata rata ia coret. Mengapa dan Apa sajakah itu? Check it out :
1. Berenang
Jika ditinjau ulang, selain sebagai kesempatan latihan renang, berenang ke Jakarta juga akan menjadikan saya terkenal sebagai orang pertama yang menuju Jakarta, alias menyebrang pulau dengan berenang. Tapi setelah saya pikir kembali, saya rasa tidak cocok karena saya belum bisa berenang. Ya sudah, CORET.
2. Memakai sampan
Kalo yang ini, lebih rasional kedengarannya. Bukankah orang orang tua dulu yang pergi haji atau menuju tempat lain memakai sampan? Aha! Kalau begitu menuju pelabuhan sajalah. Namun sebelum melangkah, saya menyempatkan dulu menonton TV. Ternyata sebuah kapal dibajak oleh sekawanan perompak Somalia dan meminta tebusan. Glekh! mereka saja yang memang sedang dalam tugas lama sekali tertolong,bagaimana dengan saya yang hanya orang udik? Dikenal kucing tetangga pun tidak. CORET.
3. Menjadi penumpang gelap kapal laut
Ini terpikir karena bukankah tidak semua orang dapat kebagian diperiksa tiketnya? Dan banyak juga truck truk besar namun isi kosong yang masuk langsung tanpa kena periksa. Nah, saya naik saja ke salah satunya. Dan setelah nanti sudah di dalam, tinggal turun beli makanan lalu balik lagi. Hmm. Ide bagus. Cari mencari informasi, ternyata nasib berkata lain, yang berpikir seperti saya bukan saya saja ternyata. GAwaat! Terlalu banyak malahan. Masak mau desak desakan? Emang saya sapi. Enak aja. CORET.
4. Numpang di seseorang yang baik hati
Pertanyaannya simple, siapa orang yang baik hati itu? Terlalu banyak serigala berbulu domba, domba nya tidak berbulu, (llho??!!) saya tidak bisa menebak isi hati orang. Jadi, CORET.
5. Meminjam baling baling bamboo Doraemon
Doraemon tidak diketahui lokasinya. Anak anak sudah beralih menuju sinetron sinteron percintaan remaja yang tiada putus dan menyesatkan itu. Atau dengan film film horror ( kedok untuk menutupi film xxx) yang merusak mentalitas dan moral para generasi penerus bangsa. Mereka sudah melupakan kebaikan moral yang ada pada film Doraemon , dkk. Sehingga Doraemon bersedih dan hilang kemana. CORET.
6. Menggunakan jurus pindah tempat Goku
Goku yang super cepat, yang menyelamatkan dunia adalah seorang pribadi yang ulet, gigih, tekun, dan terutama baik hati. Hanya orang yang hatinya bersih yang bisa awan kintoun, dan goku kecil mampu menaikinya. Begitupun dengan rasa kesetia kawanannya. Sangat tinggi. Namun karena banyak orang orang yang sudah tidak mau memperbaiki hati, Goku pun migrasi sebelum saya sempat belajar jurus darinya. Yang ia tinggalkan hanya : BERBAIK HATILAH. CORET
7. Membuat pesawat
Siapa penemu pesawat di Indonesia? Habibie. Yo pasti. Tapi kenapa dia malah pergi dari Indonesia menuju Jerman? Itu karena Jerman sangat menghargai penemuan dan pemikiran “ke depan” beliau. Indonesia menyia nyiakan permata dunia, dan saya kehilangan tempat belajar membuat pesawat. Kan tidak enak kalau tidak langsung ke pembuat aslinya. Ya gak? CORET.
8. Memakai ketapel raksasa
Ini adalah jalan pintas yang terbaik. Namun sayang, memang benar SDA kita kaya raya dan melimpah ruah untuk sekedar membuat ketapel raksasa pasti sangat mudah . namun masalahnya di SDM kita. Bagaimana cara mengoperasikan dan mengolah SDA menjadi ketapel raksasa misalnya. Atau hal lainnya. Karena saya juga memiliki SDM rendah , pemerintah Cuma memikirkan meningkatkan penggunaan SDA , tapi kok dikelola orang luar ya? Dan APBD naik dari keuntungan 1% pengolahan SDA itu. Jadi, SDM tidak cukup mengolah SDA. CORET
9. Menang olimpiade, sehingga diundang Presiden
Hehehe. Sudah banyak orang orang pintar yang menang di tingkat kabupaten, provinsi, nasional bahkan internasioal. Namun aneh, seakan dianggap biasa saja. Cuma segelintir yang dapat bertatap muka dengan Presiden . kalaupun iya, itu adalah sebagai symbol saja bahwa presiden kita “peduli” terhadap prestasi anak bangsa. Dan setelah mengucapkan rasa bangga nya, pemenang kiita, anak bangsa kita tidak jarang banyak yang kembali ke kehidupan awal, sebagai pengamen lah, sebagai tukang ojek lah. Dsb. Lho kok bisa? Karena janji untuk meningkatkan mutu pendidikan hanyalah hembusan angin sepoi sepoi yang sesaat saja. Ah, jadi males nih kalo Cuma ketemu presiden. CORET
10. Naik pesawat
Saya ga pernah naik yang beginian. Tapi inilah yang benar benar terjadi. Artinya, tidak apa apa kita berencana menggunakan banyak cara, banyak alternative, karena dengan begitu kita udah “open minded” , membuka pikiran kita untuk segala kemungkinan yang dapat terjadi atau mustahil terjadi. Kita belajar mengkaji ini dan itu, tapi yang jelas, aka nada hasil dari jalan jalan lain itu. Dan naik pesawat adalah jalan yang saya pilih setelah mendaftar panjang jalan jalan lain. CENTANG.
Universitas Indonesia, lokasi Depok, tapi tetep lewat Jakarta, Orang UDik ini coming…. :D
Ada banyak sekali kejadian saat anak anak SASAMBO , yang masih udik dan bertampang polos polos ini menuju ibukota negara Indonesia. Dimana lagi selain Jakarta Raya. “Cieeslah.” . sebut saja de goeh, (nama samaran) , mana pernah ia menyangka memang akan betul betul ke Jakarta secepat ini. Mungkin memang ia selalu berkata bahwa ia akan sekolah di Jakarta, tapi teguh tidak pernah tahu gimana caranya kesana. Memang sih ada beberapa cara alternative yang sudah didaftar oleh teguh. Namun rata rata ia coret. Mengapa dan Apa sajakah itu? Check it out :
1. Berenang
Jika ditinjau ulang, selain sebagai kesempatan latihan renang, berenang ke Jakarta juga akan menjadikan saya terkenal sebagai orang pertama yang menuju Jakarta, alias menyebrang pulau dengan berenang. Tapi setelah saya pikir kembali, saya rasa tidak cocok karena saya belum bisa berenang. Ya sudah, CORET.
2. Memakai sampan
Kalo yang ini, lebih rasional kedengarannya. Bukankah orang orang tua dulu yang pergi haji atau menuju tempat lain memakai sampan? Aha! Kalau begitu menuju pelabuhan sajalah. Namun sebelum melangkah, saya menyempatkan dulu menonton TV. Ternyata sebuah kapal dibajak oleh sekawanan perompak Somalia dan meminta tebusan. Glekh! mereka saja yang memang sedang dalam tugas lama sekali tertolong,bagaimana dengan saya yang hanya orang udik? Dikenal kucing tetangga pun tidak. CORET.
3. Menjadi penumpang gelap kapal laut
Ini terpikir karena bukankah tidak semua orang dapat kebagian diperiksa tiketnya? Dan banyak juga truck truk besar namun isi kosong yang masuk langsung tanpa kena periksa. Nah, saya naik saja ke salah satunya. Dan setelah nanti sudah di dalam, tinggal turun beli makanan lalu balik lagi. Hmm. Ide bagus. Cari mencari informasi, ternyata nasib berkata lain, yang berpikir seperti saya bukan saya saja ternyata. GAwaat! Terlalu banyak malahan. Masak mau desak desakan? Emang saya sapi. Enak aja. CORET.
4. Numpang di seseorang yang baik hati
Pertanyaannya simple, siapa orang yang baik hati itu? Terlalu banyak serigala berbulu domba, domba nya tidak berbulu, (llho??!!) saya tidak bisa menebak isi hati orang. Jadi, CORET.
5. Meminjam baling baling bamboo Doraemon
Doraemon tidak diketahui lokasinya. Anak anak sudah beralih menuju sinetron sinteron percintaan remaja yang tiada putus dan menyesatkan itu. Atau dengan film film horror ( kedok untuk menutupi film xxx) yang merusak mentalitas dan moral para generasi penerus bangsa. Mereka sudah melupakan kebaikan moral yang ada pada film Doraemon , dkk. Sehingga Doraemon bersedih dan hilang kemana. CORET.
6. Menggunakan jurus pindah tempat Goku
Goku yang super cepat, yang menyelamatkan dunia adalah seorang pribadi yang ulet, gigih, tekun, dan terutama baik hati. Hanya orang yang hatinya bersih yang bisa awan kintoun, dan goku kecil mampu menaikinya. Begitupun dengan rasa kesetia kawanannya. Sangat tinggi. Namun karena banyak orang orang yang sudah tidak mau memperbaiki hati, Goku pun migrasi sebelum saya sempat belajar jurus darinya. Yang ia tinggalkan hanya : BERBAIK HATILAH. CORET
7. Membuat pesawat
Siapa penemu pesawat di Indonesia? Habibie. Yo pasti. Tapi kenapa dia malah pergi dari Indonesia menuju Jerman? Itu karena Jerman sangat menghargai penemuan dan pemikiran “ke depan” beliau. Indonesia menyia nyiakan permata dunia, dan saya kehilangan tempat belajar membuat pesawat. Kan tidak enak kalau tidak langsung ke pembuat aslinya. Ya gak? CORET.
8. Memakai ketapel raksasa
Ini adalah jalan pintas yang terbaik. Namun sayang, memang benar SDA kita kaya raya dan melimpah ruah untuk sekedar membuat ketapel raksasa pasti sangat mudah . namun masalahnya di SDM kita. Bagaimana cara mengoperasikan dan mengolah SDA menjadi ketapel raksasa misalnya. Atau hal lainnya. Karena saya juga memiliki SDM rendah , pemerintah Cuma memikirkan meningkatkan penggunaan SDA , tapi kok dikelola orang luar ya? Dan APBD naik dari keuntungan 1% pengolahan SDA itu. Jadi, SDM tidak cukup mengolah SDA. CORET
9. Menang olimpiade, sehingga diundang Presiden
Hehehe. Sudah banyak orang orang pintar yang menang di tingkat kabupaten, provinsi, nasional bahkan internasioal. Namun aneh, seakan dianggap biasa saja. Cuma segelintir yang dapat bertatap muka dengan Presiden . kalaupun iya, itu adalah sebagai symbol saja bahwa presiden kita “peduli” terhadap prestasi anak bangsa. Dan setelah mengucapkan rasa bangga nya, pemenang kiita, anak bangsa kita tidak jarang banyak yang kembali ke kehidupan awal, sebagai pengamen lah, sebagai tukang ojek lah. Dsb. Lho kok bisa? Karena janji untuk meningkatkan mutu pendidikan hanyalah hembusan angin sepoi sepoi yang sesaat saja. Ah, jadi males nih kalo Cuma ketemu presiden. CORET
10. Naik pesawat
Saya ga pernah naik yang beginian. Tapi inilah yang benar benar terjadi. Artinya, tidak apa apa kita berencana menggunakan banyak cara, banyak alternative, karena dengan begitu kita udah “open minded” , membuka pikiran kita untuk segala kemungkinan yang dapat terjadi atau mustahil terjadi. Kita belajar mengkaji ini dan itu, tapi yang jelas, aka nada hasil dari jalan jalan lain itu. Dan naik pesawat adalah jalan yang saya pilih setelah mendaftar panjang jalan jalan lain. CENTANG.
Universitas Indonesia, lokasi Depok, tapi tetep lewat Jakarta, Orang UDik ini coming…. :D
Mutasi Guru SMANEL
08 Agustus 2009
Hari itu adalah hari Sabtu, hari berkabung ke empat bagi SMANEL disebabkan 13 guru senior (guru yang udah banyak makan garam pendidikan) di pindah atau istilahnya dimutasi ke berbagai sekolah di Lotim. Dengan alas an apa sehingga begitu banyak guru SMANEL yang dianggap berpengalaman dan senior dipindah??? Banyak pendapat berseliweran, bilang ini bilang itu. Lalu bagaimana dengan penulis tulisan ini?? Entar akhir ye,,, hehe
Lanjutin kisah sedihnya ya.
Kelas-kelas yang awalnya tampak begitu meriah dengan lontaran pertanyaan dari guru dan di jawab oleh para siswa, serta senyum sang guru saat menjelaskan, kini tampak lengang. Siswa yang begitu polos, belum mengerti arti dari mutasi guru-guru mereka, berteriak teriak girang, menari-naridi atas kebodohan mereka. Kebalikan dari pepatah “bagai anak ayam ditinggal induknya” yang menunjukkan kecemasan dan kekhawatiran dari sang anak ayam, mereka, para siswa yang ‘bangak” itu justru senang dan girang. Sungguh menyedihkan. Separuh lebih tambang ilmu para siswa SMANEL pergi, melaksanakan kewajiban yang telah disepakati oleh ‘orang-orang di atas’ yang mempunyai kuasa untuk memindahkan para guru di LOTIM ini. Lalu, siapa sajakah 13 guru SMANEL yang dimutasi?dengan linangan air mata, penulis ketik satu per satu nama-nama beliau. Hicks…hicks…
1. Pak Has to Tyas Indrio : Biologi, Fisika, Pembina KIR, *****
2. Ibu Titin :Biologi, Matematika, Pembina KIR, *****
3. Pak Haslan Rosyidi :Bhs. Indonesia , ***
4. Pak Sami’un : Bhs. Inggris, **
5. Pak Syamsuddin : Sejarah, Waka Kurikulum, ****
6. Pak Irfan :BP, Guru Silat, ***
7. Pak Bardin :BP, **
8. Ummi Apon :Biologi, Pembina KIR, *****
9. Pak Hurman : PKWn, Pembina KIR, *****
10. Ibu Lilik Chamidah :Kimia, Pembina KIR, ****
11. Ibu Maili :Sosiologi, **
12. Ibu Sri Mulyati Nur : PKWn, Pembina KIR, ***
13. Pak Muhidin : BP, **
Dan Mr. Husen, Pak Ucen naik pangkat jadi Kepsek di SMAN 1 Pringgabaya, Congratulations. Eiitss, jangan cepet-cepet, setelah penulis mendapat info dari informan terpercaya, ternyata disebutkan Pak Ucen mengalami kesulitan sebagai KEPSEK SMAN 1 Pringgabaya. Bisa ditebak, Pak ucen kan udah cukup berumur, lelah dong naik turun angkot dari Aikmel, Batu Belek depan Dealer KTM tepatnya, dan turun di depan gerbang SMAN 1 Pringgabaya. Selain itu, Kepsek kan seharusnya jadi contoh, harus jadi yang terdepan, disiplin adalah harga mati. Nah, perjalanan pake angkot dari Aikmel ke Pringgabaya kan cukup lama, belum berhenti di sepanjang jalan, naikkam amd turunkan penumpang, bisa-bisa 2 jam pelajaran tuh. Duh! Kasian. Terus ada temen yang nyeletuk,”pake sepeda motor aja,,” langsung ditepis oleh informan saya,”Pak Ucen belum bisa pake sepeda motor.” Yahh…kasian kasian kasian.
Beberapa minggu kemudian……
“Pak Ucen pake Vario Biru, DR gak tahu, melaju dari arah selatan menuju utara, siang hari, sekitar pukul 02.30” salah satu informan memberikan informasi yang menggembirakan. “maka sesungguhnya, bersyukurlah atas apa yang telah kamu terima, dan usahakanlah yang belum” so, guys, mari bersama-sama melafazkan Hamdalah untuk keberhasilan Pak Ucen bisa pake Vario
.Alhamdulillah…….
Baik, mari kita tinggalkan Pak Ucen dan Vario birunya. Saatnya kita menyidik asal-usul mutasi yang ternyata menimpa hamper seluruh guru di berbagai SMA dan sederajat yang ada di LOTIM. Dari siapakah instruksi ini berasal? Tak lain dan tak bukan adalah Bapak LOTIM sendiri, Sukiman Azmy dan wakilnya Pak Lutfi, yang saat pencalonan diri terkanal denga nama gaulnya SUFI nomor 2. “Gubernur kita kan kemarin nomor 2, so, mari kita pilih nomor 2 juga untuk Bupati kita,” ucap salah seorang warga dengan wajah lugu dan polosnya yang kemudian diikuti oleh teriakan setuju oleh orang di sekelilingnya. Penulis hanya geleng-geleng kepala, mengibaskan rambut penulis yang ‘polak aiq’ yang merupakan lambang pikiran penulis yang bergelombang seperti air laut namun meliuk-liuk tak karuan seperti gulungan kawat berduri di pagar.
Tampilkan postingan dengan label curhat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label curhat. Tampilkan semua postingan
Minggu, 12 Februari 2012
Galau Stadium 3.5
Astagfirullah ... Astagfirullahal adziim ..
12.02.2012
hari ini adalah hari Minggu, aku bangun pagi sekitar pukul 6 dan langsung menunaikan kewajibanku, walaupun telat, shalat subuh. seusai shalat subuh aku berniat untuk langsung mandi namun aku terhenti di kamar karena kak Rio yang sedang menonton video Conan tidur sambil membiarkan laptop masih menyala. Niat mau matikan laptop, eh jadinya malah lanjutin tontonan kak rio. -_- hadeeeh, soalnya ga tahan godaan Conan. aku mengoleksi lumayan banyak video nya yang kebetulan dapat aku copy dari kak Ari sewaktu liburan di mataram, kak Ary pacarnya kak Lia. sebenanrnya, ada janji sekitar pukul 7 berangkat jalan kaki menuju danau dekat balairung UI untuk makan pelecingan bersama teman2 SASAMBO namunn jam karetnya masih saja terpakai. waktu menunjukkan pukul 6.30 waktu itu. beberapa menit menonton, kak rio dengan suara lemah memanggilku dan menanyakan apakah ada obat paracetamol atau apa buat menrunkan panas badan. Ia juga menyuruhku untuk mengecek apakah suhu badannya tinggi atau tidak, karena dia merasa kurang sehat. Ah ga terlalu panas sih kak, cuman awjah kakak agak sediikit pucat begitu, jawabku setelah mengecek dahinya menggunakan punggung tangan. Kenapa kamu ga selimuti aku tadi malam guh? (kak Rio tidur di dekat jendela dan tadi malam hujan, kemungkinan dia masuk angin), ga ada romantis romantis mu ,, hah???!!! mulai dah ngaco ni orang. Aku pun menelpon Anis sekitar pukul 7.15 menanyakan apa ada obat dan apakah dia sudah jalan ke balairung. Eh ternyata dia baru selesai mandi dan masih siap2.. hehe, jam karet kann. bagian cerita ini kita potong saja, kita langsung menuju inti. lama menunggu teman2 yang datang, akhirnya lokasi pelecingan di pindah di asrama dan usulnya adalah di danau dekat mang engking, dengan menggunakan baliho milik Rosiawan sebagai alas duduk, dapat menampung kami semua, Syukur deh. anggota nya itu lumayan banyak : ada Aniz dan rosiawan, pendi tapi dia pergi ke FIK buat bersih2, Juliadi,, jendral, Zulhajji, kak Eri, kak Anin dan kak Ani yang membawa makanan utama = pelecing nya, kak Dian,terus neni dan arini yang ikut memeriahkan, hehe. kami makan lahap dan aku seperti biasa bertindak sebagai reporter alias tukang potret mengabadikan setipa moment agar ada yang dikenang alias diingat pada waktu mendatang. ah iya karena kak rio sakit, jadi dia tidak bisa ikut bersama kita makan pelecingan. sehabis makan pelecing, kak Ani nyeletuk ingin makan duren, pergi ke pasar minggu sebentar. Juliadi yang memang sejak kemarin sewaktu ke Taman Buah Mekar Sari, mengangguk tanda setuju dan aku juga memanas manasi agar yang lain ikut setuju. Setelah beberapa saat lamanya, masih tidak ada yang ingin bangun dari tempat duduk, tapi segera berubah ketika sebuah angkot bernomor 04 menuju asrama dan spontan segera aku mengajak yang lainnya segera menuju pasar minggu untuk beli duren. Ayo ayo kita berangkat, jey stop angkotnya, kita naik ke pasar minggu, ayo sana! aku segera berdiri disusul oleh teman2 yang lain menuju pinggir jalan tempat angkot dan jey sudah menunggu. beberapa meter dari angkot, aku berhenti dan berpesan kepada mereka agar hati - hati di jalan ,, alias, aku enggak ikuut. hehe,, biar mereka pada mau gerak, aku mencing mereka dh, gitu niat ku dan cukup sukses. lalu, apa maksud dari galau stadium 3.5 ini? ohhh,, ternyata itu terjadi sejak pukul 04.12 sampai dengan pukul 09.00 sampai aku terlelap tidur dalam kegalauan yang tak tertahan dan pada pagi hari ini ketika aku menuliskan cerita ini, hatiku masih dirundung mendung yang entah darimana asalnya aku pun tak tahu. pengen cerita lengkapnya? Tunggu, karena aku harus pergi shalat Zuhur, waktu sudah menunjukka pukul 12.30 ..
12.02.2012
hari ini adalah hari Minggu, aku bangun pagi sekitar pukul 6 dan langsung menunaikan kewajibanku, walaupun telat, shalat subuh. seusai shalat subuh aku berniat untuk langsung mandi namun aku terhenti di kamar karena kak Rio yang sedang menonton video Conan tidur sambil membiarkan laptop masih menyala. Niat mau matikan laptop, eh jadinya malah lanjutin tontonan kak rio. -_- hadeeeh, soalnya ga tahan godaan Conan. aku mengoleksi lumayan banyak video nya yang kebetulan dapat aku copy dari kak Ari sewaktu liburan di mataram, kak Ary pacarnya kak Lia. sebenanrnya, ada janji sekitar pukul 7 berangkat jalan kaki menuju danau dekat balairung UI untuk makan pelecingan bersama teman2 SASAMBO namunn jam karetnya masih saja terpakai. waktu menunjukkan pukul 6.30 waktu itu. beberapa menit menonton, kak rio dengan suara lemah memanggilku dan menanyakan apakah ada obat paracetamol atau apa buat menrunkan panas badan. Ia juga menyuruhku untuk mengecek apakah suhu badannya tinggi atau tidak, karena dia merasa kurang sehat. Ah ga terlalu panas sih kak, cuman awjah kakak agak sediikit pucat begitu, jawabku setelah mengecek dahinya menggunakan punggung tangan. Kenapa kamu ga selimuti aku tadi malam guh? (kak Rio tidur di dekat jendela dan tadi malam hujan, kemungkinan dia masuk angin), ga ada romantis romantis mu ,, hah???!!! mulai dah ngaco ni orang. Aku pun menelpon Anis sekitar pukul 7.15 menanyakan apa ada obat dan apakah dia sudah jalan ke balairung. Eh ternyata dia baru selesai mandi dan masih siap2.. hehe, jam karet kann. bagian cerita ini kita potong saja, kita langsung menuju inti. lama menunggu teman2 yang datang, akhirnya lokasi pelecingan di pindah di asrama dan usulnya adalah di danau dekat mang engking, dengan menggunakan baliho milik Rosiawan sebagai alas duduk, dapat menampung kami semua, Syukur deh. anggota nya itu lumayan banyak : ada Aniz dan rosiawan, pendi tapi dia pergi ke FIK buat bersih2, Juliadi,, jendral, Zulhajji, kak Eri, kak Anin dan kak Ani yang membawa makanan utama = pelecing nya, kak Dian,terus neni dan arini yang ikut memeriahkan, hehe. kami makan lahap dan aku seperti biasa bertindak sebagai reporter alias tukang potret mengabadikan setipa moment agar ada yang dikenang alias diingat pada waktu mendatang. ah iya karena kak rio sakit, jadi dia tidak bisa ikut bersama kita makan pelecingan. sehabis makan pelecing, kak Ani nyeletuk ingin makan duren, pergi ke pasar minggu sebentar. Juliadi yang memang sejak kemarin sewaktu ke Taman Buah Mekar Sari, mengangguk tanda setuju dan aku juga memanas manasi agar yang lain ikut setuju. Setelah beberapa saat lamanya, masih tidak ada yang ingin bangun dari tempat duduk, tapi segera berubah ketika sebuah angkot bernomor 04 menuju asrama dan spontan segera aku mengajak yang lainnya segera menuju pasar minggu untuk beli duren. Ayo ayo kita berangkat, jey stop angkotnya, kita naik ke pasar minggu, ayo sana! aku segera berdiri disusul oleh teman2 yang lain menuju pinggir jalan tempat angkot dan jey sudah menunggu. beberapa meter dari angkot, aku berhenti dan berpesan kepada mereka agar hati - hati di jalan ,, alias, aku enggak ikuut. hehe,, biar mereka pada mau gerak, aku mencing mereka dh, gitu niat ku dan cukup sukses. lalu, apa maksud dari galau stadium 3.5 ini? ohhh,, ternyata itu terjadi sejak pukul 04.12 sampai dengan pukul 09.00 sampai aku terlelap tidur dalam kegalauan yang tak tertahan dan pada pagi hari ini ketika aku menuliskan cerita ini, hatiku masih dirundung mendung yang entah darimana asalnya aku pun tak tahu. pengen cerita lengkapnya? Tunggu, karena aku harus pergi shalat Zuhur, waktu sudah menunjukka pukul 12.30 ..
Jumat, 08 Juli 2011
Alternatif Ke Jakarta
Teguh, Sasambo Members menuju UI
Ada banyak sekali kejadian saat anak anak SASAMBO , yang masih udik dan bertampang polos polos ini menuju ibukota negara Indonesia. Dimana lagi selain Jakarta Raya. “Cieeslah.” . sebut saja de goeh, (nama samaran) , mana pernah ia menyangka memang akan betul betul ke Jakarta secepat ini. Mungkin memang ia selalu berkata bahwa ia akan sekolah di Jakarta, tapi teguh tidak pernah tahu gimana caranya kesana. Memang sih ada beberapa cara alternative yang sudah didaftar oleh teguh. Namun rata rata ia coret. Mengapa dan Apa sajakah itu? Check it out :
1. Berenang
Jika ditinjau ulang, selain sebagai kesempatan latihan renang, berenang ke Jakarta juga akan menjadikan saya terkenal sebagai orang pertama yang menuju Jakarta, alias menyebrang pulau dengan berenang. Tapi setelah saya pikir kembali, saya rasa tidak cocok karena saya belum bisa berenang. Ya sudah, CORET.
2. Memakai sampan
Kalo yang ini, lebih rasional kedengarannya. Bukankah orang orang tua dulu yang pergi haji atau menuju tempat lain memakai sampan? Aha! Kalau begitu menuju pelabuhan sajalah. Namun sebelum melangkah, saya menyempatkan dulu menonton TV. Ternyata sebuah kapal dibajak oleh sekawanan perompak Somalia dan meminta tebusan. Glekh! mereka saja yang memang sedang dalam tugas lama sekali tertolong,bagaimana dengan saya yang hanya orang udik? Dikenal kucing tetangga pun tidak. CORET.
3. Menjadi penumpang gelap kapal laut
Ini terpikir karena bukankah tidak semua orang dapat kebagian diperiksa tiketnya? Dan banyak juga truck truk besar namun isi kosong yang masuk langsung tanpa kena periksa. Nah, saya naik saja ke salah satunya. Dan setelah nanti sudah di dalam, tinggal turun beli makanan lalu balik lagi. Hmm. Ide bagus. Cari mencari informasi, ternyata nasib berkata lain, yang berpikir seperti saya bukan saya saja ternyata. GAwaat! Terlalu banyak malahan. Masak mau desak desakan? Emang saya sapi. Enak aja. CORET.
4. Numpang di seseorang yang baik hati
Pertanyaannya simple, siapa orang yang baik hati itu? Terlalu banyak serigala berbulu domba, domba nya tidak berbulu, (llho??!!) saya tidak bisa menebak isi hati orang. Jadi, CORET.
5. Meminjam baling baling bamboo Doraemon
Doraemon tidak diketahui lokasinya. Anak anak sudah beralih menuju sinetron sinteron percintaan remaja yang tiada putus dan menyesatkan itu. Atau dengan film film horror ( kedok untuk menutupi film xxx) yang merusak mentalitas dan moral para generasi penerus bangsa. Mereka sudah melupakan kebaikan moral yang ada pada film Doraemon , dkk. Sehingga Doraemon bersedih dan hilang kemana. CORET.
6. Menggunakan jurus pindah tempat Goku
Goku yang super cepat, yang menyelamatkan dunia adalah seorang pribadi yang ulet, gigih, tekun, dan terutama baik hati. Hanya orang yang hatinya bersih yang bisa awan kintoun, dan goku kecil mampu menaikinya. Begitupun dengan rasa kesetia kawanannya. Sangat tinggi. Namun karena banyak orang orang yang sudah tidak mau memperbaiki hati, Goku pun migrasi sebelum saya sempat belajar jurus darinya. Yang ia tinggalkan hanya : BERBAIK HATILAH. CORET
7. Membuat pesawat
Siapa penemu pesawat di Indonesia? Habibie. Yo pasti. Tapi kenapa dia malah pergi dari Indonesia menuju Jerman? Itu karena Jerman sangat menghargai penemuan dan pemikiran “ke depan” beliau. Indonesia menyia nyiakan permata dunia, dan saya kehilangan tempat belajar membuat pesawat. Kan tidak enak kalau tidak langsung ke pembuat aslinya. Ya gak? CORET.
8. Memakai ketapel raksasa
Ini adalah jalan pintas yang terbaik. Namun sayang, memang benar SDA kita kaya raya dan melimpah ruah untuk sekedar membuat ketapel raksasa pasti sangat mudah . namun masalahnya di SDM kita. Bagaimana cara mengoperasikan dan mengolah SDA menjadi ketapel raksasa misalnya. Atau hal lainnya. Karena saya juga memiliki SDM rendah , pemerintah Cuma memikirkan meningkatkan penggunaan SDA , tapi kok dikelola orang luar ya? Dan APBD naik dari keuntungan 1% pengolahan SDA itu. Jadi, SDM tidak cukup mengolah SDA. CORET
9. Menang olimpiade, sehingga diundang Presiden
Hehehe. Sudah banyak orang orang pintar yang menang di tingkat kabupaten, provinsi, nasional bahkan internasioal. Namun aneh, seakan dianggap biasa saja. Cuma segelintir yang dapat bertatap muka dengan Presiden . kalaupun iya, itu adalah sebagai symbol saja bahwa presiden kita “peduli” terhadap prestasi anak bangsa. Dan setelah mengucapkan rasa bangga nya, pemenang kiita, anak bangsa kita tidak jarang banyak yang kembali ke kehidupan awal, sebagai pengamen lah, sebagai tukang ojek lah. Dsb. Lho kok bisa? Karena janji untuk meningkatkan mutu pendidikan hanyalah hembusan angin sepoi sepoi yang sesaat saja. Ah, jadi males nih kalo Cuma ketemu presiden. CORET
10. Naik pesawat
Saya ga pernah naik yang beginian. Tapi inilah yang benar benar terjadi. Artinya, tidak apa apa kita berencana menggunakan banyak cara, banyak alternative, karena dengan begitu kita udah “open minded” , membuka pikiran kita untuk segala kemungkinan yang dapat terjadi atau mustahil terjadi. Kita belajar mengkaji ini dan itu, tapi yang jelas, aka nada hasil dari jalan jalan lain itu. Dan naik pesawat adalah jalan yang saya pilih setelah mendaftar panjang jalan jalan lain. CENTANG.
Universitas Indonesia, lokasi Depok, tapi tetep lewat Jakarta, Orang UDik ini coming…. :D
Ada banyak sekali kejadian saat anak anak SASAMBO , yang masih udik dan bertampang polos polos ini menuju ibukota negara Indonesia. Dimana lagi selain Jakarta Raya. “Cieeslah.” . sebut saja de goeh, (nama samaran) , mana pernah ia menyangka memang akan betul betul ke Jakarta secepat ini. Mungkin memang ia selalu berkata bahwa ia akan sekolah di Jakarta, tapi teguh tidak pernah tahu gimana caranya kesana. Memang sih ada beberapa cara alternative yang sudah didaftar oleh teguh. Namun rata rata ia coret. Mengapa dan Apa sajakah itu? Check it out :
1. Berenang
Jika ditinjau ulang, selain sebagai kesempatan latihan renang, berenang ke Jakarta juga akan menjadikan saya terkenal sebagai orang pertama yang menuju Jakarta, alias menyebrang pulau dengan berenang. Tapi setelah saya pikir kembali, saya rasa tidak cocok karena saya belum bisa berenang. Ya sudah, CORET.
2. Memakai sampan
Kalo yang ini, lebih rasional kedengarannya. Bukankah orang orang tua dulu yang pergi haji atau menuju tempat lain memakai sampan? Aha! Kalau begitu menuju pelabuhan sajalah. Namun sebelum melangkah, saya menyempatkan dulu menonton TV. Ternyata sebuah kapal dibajak oleh sekawanan perompak Somalia dan meminta tebusan. Glekh! mereka saja yang memang sedang dalam tugas lama sekali tertolong,bagaimana dengan saya yang hanya orang udik? Dikenal kucing tetangga pun tidak. CORET.
3. Menjadi penumpang gelap kapal laut
Ini terpikir karena bukankah tidak semua orang dapat kebagian diperiksa tiketnya? Dan banyak juga truck truk besar namun isi kosong yang masuk langsung tanpa kena periksa. Nah, saya naik saja ke salah satunya. Dan setelah nanti sudah di dalam, tinggal turun beli makanan lalu balik lagi. Hmm. Ide bagus. Cari mencari informasi, ternyata nasib berkata lain, yang berpikir seperti saya bukan saya saja ternyata. GAwaat! Terlalu banyak malahan. Masak mau desak desakan? Emang saya sapi. Enak aja. CORET.
4. Numpang di seseorang yang baik hati
Pertanyaannya simple, siapa orang yang baik hati itu? Terlalu banyak serigala berbulu domba, domba nya tidak berbulu, (llho??!!) saya tidak bisa menebak isi hati orang. Jadi, CORET.
5. Meminjam baling baling bamboo Doraemon
Doraemon tidak diketahui lokasinya. Anak anak sudah beralih menuju sinetron sinteron percintaan remaja yang tiada putus dan menyesatkan itu. Atau dengan film film horror ( kedok untuk menutupi film xxx) yang merusak mentalitas dan moral para generasi penerus bangsa. Mereka sudah melupakan kebaikan moral yang ada pada film Doraemon , dkk. Sehingga Doraemon bersedih dan hilang kemana. CORET.
6. Menggunakan jurus pindah tempat Goku
Goku yang super cepat, yang menyelamatkan dunia adalah seorang pribadi yang ulet, gigih, tekun, dan terutama baik hati. Hanya orang yang hatinya bersih yang bisa awan kintoun, dan goku kecil mampu menaikinya. Begitupun dengan rasa kesetia kawanannya. Sangat tinggi. Namun karena banyak orang orang yang sudah tidak mau memperbaiki hati, Goku pun migrasi sebelum saya sempat belajar jurus darinya. Yang ia tinggalkan hanya : BERBAIK HATILAH. CORET
7. Membuat pesawat
Siapa penemu pesawat di Indonesia? Habibie. Yo pasti. Tapi kenapa dia malah pergi dari Indonesia menuju Jerman? Itu karena Jerman sangat menghargai penemuan dan pemikiran “ke depan” beliau. Indonesia menyia nyiakan permata dunia, dan saya kehilangan tempat belajar membuat pesawat. Kan tidak enak kalau tidak langsung ke pembuat aslinya. Ya gak? CORET.
8. Memakai ketapel raksasa
Ini adalah jalan pintas yang terbaik. Namun sayang, memang benar SDA kita kaya raya dan melimpah ruah untuk sekedar membuat ketapel raksasa pasti sangat mudah . namun masalahnya di SDM kita. Bagaimana cara mengoperasikan dan mengolah SDA menjadi ketapel raksasa misalnya. Atau hal lainnya. Karena saya juga memiliki SDM rendah , pemerintah Cuma memikirkan meningkatkan penggunaan SDA , tapi kok dikelola orang luar ya? Dan APBD naik dari keuntungan 1% pengolahan SDA itu. Jadi, SDM tidak cukup mengolah SDA. CORET
9. Menang olimpiade, sehingga diundang Presiden
Hehehe. Sudah banyak orang orang pintar yang menang di tingkat kabupaten, provinsi, nasional bahkan internasioal. Namun aneh, seakan dianggap biasa saja. Cuma segelintir yang dapat bertatap muka dengan Presiden . kalaupun iya, itu adalah sebagai symbol saja bahwa presiden kita “peduli” terhadap prestasi anak bangsa. Dan setelah mengucapkan rasa bangga nya, pemenang kiita, anak bangsa kita tidak jarang banyak yang kembali ke kehidupan awal, sebagai pengamen lah, sebagai tukang ojek lah. Dsb. Lho kok bisa? Karena janji untuk meningkatkan mutu pendidikan hanyalah hembusan angin sepoi sepoi yang sesaat saja. Ah, jadi males nih kalo Cuma ketemu presiden. CORET
10. Naik pesawat
Saya ga pernah naik yang beginian. Tapi inilah yang benar benar terjadi. Artinya, tidak apa apa kita berencana menggunakan banyak cara, banyak alternative, karena dengan begitu kita udah “open minded” , membuka pikiran kita untuk segala kemungkinan yang dapat terjadi atau mustahil terjadi. Kita belajar mengkaji ini dan itu, tapi yang jelas, aka nada hasil dari jalan jalan lain itu. Dan naik pesawat adalah jalan yang saya pilih setelah mendaftar panjang jalan jalan lain. CENTANG.
Universitas Indonesia, lokasi Depok, tapi tetep lewat Jakarta, Orang UDik ini coming…. :D
Label:
curhat
Senin, 12 Juli 2010
Mutasi Guru SMANEL
08 Agustus 2009
Hari itu adalah hari Sabtu, hari berkabung ke empat bagi SMANEL disebabkan 13 guru senior (guru yang udah banyak makan garam pendidikan) di pindah atau istilahnya dimutasi ke berbagai sekolah di Lotim. Dengan alas an apa sehingga begitu banyak guru SMANEL yang dianggap berpengalaman dan senior dipindah??? Banyak pendapat berseliweran, bilang ini bilang itu. Lalu bagaimana dengan penulis tulisan ini?? Entar akhir ye,,, hehe
Lanjutin kisah sedihnya ya.
Kelas-kelas yang awalnya tampak begitu meriah dengan lontaran pertanyaan dari guru dan di jawab oleh para siswa, serta senyum sang guru saat menjelaskan, kini tampak lengang. Siswa yang begitu polos, belum mengerti arti dari mutasi guru-guru mereka, berteriak teriak girang, menari-naridi atas kebodohan mereka. Kebalikan dari pepatah “bagai anak ayam ditinggal induknya” yang menunjukkan kecemasan dan kekhawatiran dari sang anak ayam, mereka, para siswa yang ‘bangak” itu justru senang dan girang. Sungguh menyedihkan. Separuh lebih tambang ilmu para siswa SMANEL pergi, melaksanakan kewajiban yang telah disepakati oleh ‘orang-orang di atas’ yang mempunyai kuasa untuk memindahkan para guru di LOTIM ini. Lalu, siapa sajakah 13 guru SMANEL yang dimutasi?dengan linangan air mata, penulis ketik satu per satu nama-nama beliau. Hicks…hicks…
1. Pak Has to Tyas Indrio : Biologi, Fisika, Pembina KIR, *****
2. Ibu Titin :Biologi, Matematika, Pembina KIR, *****
3. Pak Haslan Rosyidi :Bhs. Indonesia , ***
4. Pak Sami’un : Bhs. Inggris, **
5. Pak Syamsuddin : Sejarah, Waka Kurikulum, ****
6. Pak Irfan :BP, Guru Silat, ***
7. Pak Bardin :BP, **
8. Ummi Apon :Biologi, Pembina KIR, *****
9. Pak Hurman : PKWn, Pembina KIR, *****
10. Ibu Lilik Chamidah :Kimia, Pembina KIR, ****
11. Ibu Maili :Sosiologi, **
12. Ibu Sri Mulyati Nur : PKWn, Pembina KIR, ***
13. Pak Muhidin : BP, **
Dan Mr. Husen, Pak Ucen naik pangkat jadi Kepsek di SMAN 1 Pringgabaya, Congratulations. Eiitss, jangan cepet-cepet, setelah penulis mendapat info dari informan terpercaya, ternyata disebutkan Pak Ucen mengalami kesulitan sebagai KEPSEK SMAN 1 Pringgabaya. Bisa ditebak, Pak ucen kan udah cukup berumur, lelah dong naik turun angkot dari Aikmel, Batu Belek depan Dealer KTM tepatnya, dan turun di depan gerbang SMAN 1 Pringgabaya. Selain itu, Kepsek kan seharusnya jadi contoh, harus jadi yang terdepan, disiplin adalah harga mati. Nah, perjalanan pake angkot dari Aikmel ke Pringgabaya kan cukup lama, belum berhenti di sepanjang jalan, naikkam amd turunkan penumpang, bisa-bisa 2 jam pelajaran tuh. Duh! Kasian. Terus ada temen yang nyeletuk,”pake sepeda motor aja,,” langsung ditepis oleh informan saya,”Pak Ucen belum bisa pake sepeda motor.” Yahh…kasian kasian kasian.
Beberapa minggu kemudian……
“Pak Ucen pake Vario Biru, DR gak tahu, melaju dari arah selatan menuju utara, siang hari, sekitar pukul 02.30” salah satu informan memberikan informasi yang menggembirakan. “maka sesungguhnya, bersyukurlah atas apa yang telah kamu terima, dan usahakanlah yang belum” so, guys, mari bersama-sama melafazkan Hamdalah untuk keberhasilan Pak Ucen bisa pake Vario
.Alhamdulillah…….
Baik, mari kita tinggalkan Pak Ucen dan Vario birunya. Saatnya kita menyidik asal-usul mutasi yang ternyata menimpa hamper seluruh guru di berbagai SMA dan sederajat yang ada di LOTIM. Dari siapakah instruksi ini berasal? Tak lain dan tak bukan adalah Bapak LOTIM sendiri, Sukiman Azmy dan wakilnya Pak Lutfi, yang saat pencalonan diri terkanal denga nama gaulnya SUFI nomor 2. “Gubernur kita kan kemarin nomor 2, so, mari kita pilih nomor 2 juga untuk Bupati kita,” ucap salah seorang warga dengan wajah lugu dan polosnya yang kemudian diikuti oleh teriakan setuju oleh orang di sekelilingnya. Penulis hanya geleng-geleng kepala, mengibaskan rambut penulis yang ‘polak aiq’ yang merupakan lambang pikiran penulis yang bergelombang seperti air laut namun meliuk-liuk tak karuan seperti gulungan kawat berduri di pagar.
Label:
curhat
Langganan:
Postingan (Atom)
Blog manTeman
About Me
- CrazyCalmBoy
- Aikmel-Lotim, NTB, Indonesia
- De Goeh is my cool name.... SD at SDN 01 Lenek SMP at SMPN 01 AIkmel SMA at SMAN 01 Aikmel Now Student at UNiversitiy of Indonesia....
